Terumbu Karang Raja Ampat Kembali Rusak Ditabrak KM. Sabuk Nusantara 62

Terumbu Karang Raja Ampat Kembali Rusak Ditabrak KM. Sabuk Nusantara 62

Sabuk Nusantara 62
Foto : Sindonoews.com

Areal terumbu karang terbaik di Raja Ampat, Papua Barat kembali rusak akibat ditabrak kapal penumpang KM Sabuk Nusantara 62.

Terumbu karang tersebut terletak di perairan Meosmanggra dan Pulau GAG. Peristiwa kapal dengan jumlah penumpang sebanyak 40 orang dan 17 awak menabrak terumbu karang tersebut terjadi pada hari Selasa, 2 Februari dan hari Rabu 3 Februari 2021.

“Ya memang betul telah terjadi insiden tersebut. Dari informasi yang kami terima kejadian kapal kandas itu terjadi dua kali. Pertama pada tanggal 2 Februari 2021 sekitar pukul 11.00 WIT siang, dan pada pukul 12.30 WIT,” ujar Kepala Syahbandar Pelabuhan Waisai, Fiskar Aminuddin.

Dia melanjutkan, para penumpang di kapal tersebut dievakuasi ke pulau GAG setelah kapal kandas. Atas perintah pimpinan dari KSOP Sorong, Kapal KM Sabuk Nusantara 62 sementara tidak diijinkan berlayar dan saat ini berada di dermaga pelabuhan pulau GAG. Sementara itu Kepala Satuan Kerja Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Raja Ampat, Muhammad Ramli Imran mengatakan, area terumbu karang yang hancur tersebut adalah terumbu karang terbaik di dunia.

Saat ini BKKPN Raja Ampat telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan di kawasan terumbu karang yang ditabrak kapal itu. Ramli menjelaskan lokasi yang menjadi fokus penyelidikan pihak BKKPN Satker Raja Ampat yakni di perairan kampung Meosmanggra yang masuk dalam kawasan konservasi nasional.

“Jadi untuk lokasi yang kami selidiki yakni di perairan kampung Meosmanggra, karena lokasi tersebut masuk dalam kawasan konservasi perairan nasional. Suaka Alam Perairan Raja Ampat yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan” ujar Ramli.

Ramli menuturkan, hasil penyelidikan di lokasi menemukan areal terumbu karang sepanjang 46 meter dengan lebar sekitar 1-5 meter mengalami kerusakan cukup parah. “Jadi untuk panjangnya sendiri mencapai 46 meter dan dengan lebar kerusakan bervariasi antara satu hingga lima meter,” ujarnya.